Showing posts with label Laporan. Show all posts
Showing posts with label Laporan. Show all posts

Sunday, August 21, 2016

Proses pencampuran

Pencampuran adalah suatu operasi yang menggabungkan dua macam atau lebih komponen bahan yang berbeda hingga tercapai suatu keseragaman. Tujuan dari pencampuran adalah bergabungnya bahan menjadi suatu campuran yang sedapat mungkin memiliki penyebaran yang sempurna atau sama. Tujuan operasi pencampuran adalah bergabungnya bahan menjadi suatu campuran homogen yang sedapat mungkin memiliki kesamaan penyebaran yang sempurna.

Laporan Penyakit Pasca Panen


Latar Belakang
Komoditi hasil pertanian terutama yang masih segar bersifat perishable atau mudah rusak. Hal ini terkait dengan komposisi dalam komoditi tersebut. Bahan pangan hasil pertanian akan mengalami perubahan fisik setelah dipanen sebagai akibat dari pengaruh luar dan pengaruh dari dalam bahan pangan itu sendiri. Penanganan pasca panen diperlukan untuk menangani hal tersebut. Penanganan pasca panen sering disebut juga sebagai pengolahan primer yang merupakan istilah yang digunakan untuk semua perlakuan dari mulai panen sampai komoditas dapat dikonsumsi atau untuk persiapan pengolahan berikutnya

Penanganan pasca panen yang baik akan menekan kehilangan (loss) baik dalam kualitas maupun kuantitas yaitu mulai dari penurunan kualitas sampai komoditas tersebut tidak layak  pasar atau tidak layak dikonsumsi. Salah satu penanganan pasca panen yaitu penanganan penyakit yang dapat muncul pada saat pasca panen. Penyakit pasca panen ini dapat muncul karena berbagai hal dan dapat mengakibatkan kerusakan pada komoditi pertanian yang akan diolah. Oleh karena itu pengetahuan tentang penyakit pasca panen merupakan sesuatu hal yang penting untuk dikuasai agar dapat mengetahui cara mencegah dan menangani penyakit pasca panen dalam kehidupan sehari-hari.

Prinsip kerja dan fungsi vacuum frying dan centrifuga spinner.

Pendahuluan
Pengolahan produk hasil pertanian untuk mencapai  nilai tambah sangatlah beragam. Salah satu cara pengolahan produk hasil pertanian adalah melalui penggorengan. Selain untuk menaikkan nilai jual komoditi pertanian, pengorengan juga untuk meningkatkan nilai gizi dari komoditi pertanian. Terdapat tambahan nutrisi penting  bagi tubuh seperti Omega 6, Omega 9 , Vitamin E , dan Vitamin A.

Laporan penyimpanan bebuahan utuh

Latar Belakang
Indonesia sebagai negara yang berada pada garis khatulistiwa mempunyai jenis buah-buahan yang bervariasi. Bebuahan merupakan sumber vitamin dan mineral yang sangat berguna bagi kesehatan tubuh. Keberagaman ini mempunyai dampak yang positif bagi Indonesia, karena semakin bervariasi buah-buahan yang tersedia di Indonesia makasemakin cerah juga prospek buah-buahan untuk diekspor di dalam dan diekspor ke luar negeri. Selain sudah memiliki prospek yang bagus dalam penjualan dan pemasaran, bebuahan di Indonesia juga sudah mampu dalam mencukupi permintaan berbagi macam pasar yang membutuhkan buah dalam penggunaanya. Namun terkadang pemasaran bebuahan di indonesia juga mengalami gangguan yang berasal dari berbagai macam faktor baik yang berasal dari dalam ataupun yang berasal dari lingkungan luar. Salah satu penyebab dari permasalahan ini adalah bebuahan di Indonesia mudah mengalamikerusakan, khususnya untuk bebuahan yang memiliki daging lunak yang sering mengakibatkan buah tidak tahan lama dalam penyimpanan jangka panjang.

prinsip kerja dan komponen-komponen dari motor pembakaran internal serta mengetahui perbedaan motor bakar bensin dan motor bakar solar (diesel)

Motor bakar terdiri dari suatu mesin yang berkapasitas dua silinder yang berhubungan dengan suatu poros yang bertujuan untuk mendapatkan suatu energi kinetik menjadi energi mekanis. Prinsip kerja motor bakar terdiri dari langkah hisap, langkah kompresi, langkah kerja, dan langkah buang. Motor bakar merupakan salah satu mesin yang digunakan sebagai penggerak mula-mula alat transportasi. Motor bakar merupakan suatu mesin konversi energi yang merubah energi kalor menjadi energi mekanik. Dengan adanya energi kalor sebagai suatu penghasil tenaga maka sudah semestinya mesin tersebut memerlukan bahan bakar dan sistem pembakaran yang digunakan sebagai sumber kalor. Dalam hal ini bahan bakar yang sering digunakan pada kendaraan bermotor adalah bensin dan solar.

Motor bakar yang menggunakan bahan bakar bensin disebut dengan motor bensin dan motor bakar torak yang menggunakan bahan bakar solar disebut motor diesel. Motor bensin dalam proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara menggunakan busi sebagai alat untuk penyalaan dengan memercikkan bunga api dan disebut dengan Spark Ignition Engine (SIE), sedangkan motor diesel dalam proses pembakaran campuran bahan bakar dan udara menggunakan sistem kompresi udara yang tinggi atau sering disebut juga Compression Ignition Engine (CIE).

PENYIMPANAN KOMODITI DAN PRODUK CAMPURAN

Latar Belakang
Komoditas adalah hasil panenan utuh yang memiliki nilai komersial (dalam bentuk telah diperdagangkan) biasanya berupa bahan baku yang belum diolah, sedangkan produk adalah hasil olahan komoditas melalui teknik pengawetan  atau pengolahan, dan pengemasan. Produk memiliki bentuk yang berbeda dengan komoditas, harga jauh lebih tinggi dari komoditas, sehingga layak diperdagangkan.
Komoditas maupun produk pertanian memiliki beberapa karakteristik salah satunya ialah mudah rusak. Rusaknya produk pertanian dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya pengananan yang kurang baik pada saat pasca panen, kerusakan akibat serangan mikrobiologi atau rodent, dan kerusakan akibat teknik penyimpanan yang tidak sesuai.

identifikasi perubahan mutu akibat pengaruh kemasan, suhu dan penaganan prapenyimpanan sesayuran selama penyimpanan serta menentukan penyimpanan yang sesuai untuk komoditi sesayuran.

Latar Belakang
Hortikultura, terutama sayuran merupakan sumber provitamin A, vitamin C, dan mineral dan terutama dari kalsium dan besi. Selain hal tersebut sayuran juga merupakan sumber serat yang sangat penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sayuran juga dapat memberikan kepuasan terutama dari segi warna dan teksturnya. Disisi lain sayuran adalah hasil pertanian yang apabila selesai dipanen tidak ditangani dengan baik akan segera rusak. Kerusakan ini terjadi akibat pengaruh fisik, kimiawi, mikrobiologi, dan fisiologis. Penyimpanan adalah salah satu cara mengatasi kemungkinan kerusakan yang terjadi.
Penyimpanan adalah proses penanganan produk atau komoditas sebelum dikonsumsi atau dipasarkan. Hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyimpanan adalah kelembaban, suhu dan intensitas cahaya dari tempat penyimpanan. Kelembaban, suhu, dan intensitas cahaya diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan karakteristik produk atau komoditas yang akan disimpan. Selain proses penyimpanan hal penting yang harus diketahui adalah perlakuan prapenyimpanan seperti pencucian.

Laporan Size Reduction

Proses merupakan berubahnya sifat fisik maupun kimia dari suatu bahan. Salah satu jenis proses yang sering digunakan adalah pengecilan ukuran dan pemisahan. Pengecilan ukuran (size reduction) merupakan salah satu tahapan dari berbagai proses lainnya dalam mata rantai penanganan hasil pertanian. Tujuan dari pengecilan ukuran adalah untuk memperluas permukaan bahan hasil pertanian, agar proses penanganan selanjutnya (pengeringan, adsorbsi, pencampuran, dll) dapat berlangsung secara efektif. Peralatan pengecil ukuran telah banyak digunakan dalam upaya meningkatkan nilai mutu suatu komoditi pertanian. Salah satu contohnya ialah produksi gula yang memerlukan alat pengecil ukuran agar nira dalam tebu yang keluar semakin banyak.

LAPORAN SPRAY DRYER DAN DRUM DRYER

Pengeringan adalah, tujuan pengeringan, contoh produk pneringan Pengeringan adalah proses perpindahan massa air atau pelarut lainnya dari suatu zat padat atau semi padat dengan menggunakan penguapan. Proses ini seringkali merupakan tahap akhir proses prduksi sebelum dikemas atau dijual ke konsumen. Benda yang telah dikeringkan akan menjadi benda yang padat dalam wujud bubuk (missal susu bubuk) maupun potongan besar (misal kayu) meski bahan awal sebelum pengeringan adalah benda semi padat (misal keju "hijau").
Pengeringan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi kadar air dalam suatu produk pangan sehingga produk pangan lebih awet karena tidak mudah mengalami kerusakan akibat ditumbuhi mikroorganisme. Pengurangan ini dilakukan dengan cara menghambat pertumbuhan mikroba dan aktifitas enzim, tanpa harus menginaktifkannya. Proses pengeringan mempunyai kelemahan yaitu kualitas dan nilai nutrisi pangan menjadi rusak. Faktor yang mempengaruhi proses pengeringan adalah kecepatan aliran udara pengering, jumlah bahan, dan sifat bahan.

Aktivator & Inhibitor enzim

 Aktivator & Inhibitor 


Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya, misalnya ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya
Inhibitor adalah substansi yang memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas enzim. Inhibitor enzim memiliki dua cara berbeda mengganggu fungsi enzim. Berdasarkan caranya, inhibitor dibagi menjadi 2 kategori: inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif.
Inhibitor kompetitif memiliki struktur yang sama dengan molekul substrat, inhibitor ini melekat pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi pembentukan ikatan kompleks enzim-substrat.
Inhibitor non-kompetitif dapat melekat pada sisi enzim yang bukan merupakan sisi aktif, dan membentuk kompleks enzim-inhibitor. Inhibitor ini mengubah bentuk/struktur enzim, sehingga sisi aktif enzim menjadi tidak berfungsi dan substrat tidak dapat berikatan dengan enzim tersebut.

LAPORAN PEMBUATAN SAUERKRAUT DAN TAPAI SINGKONG


Latar Belakang
            Pengolahan hasil pertanian secara tradisional sudah dikenal lama. Salah satucara pengolahan yang dilakukan adalah dengan fermentasi. Fermentasi telah lamadigunakan dan merupakan salah satu cara pemrosesan dan bentuk pengawetan makanan tertua. Fermentasi adalah cara untuk memproduksi berbagai produk yang menggunakan biakan mikroba melalui aktivitas metabolisme baik secara aerob maupun anaerob. Fermentasi dapat terjadi karena adanya aktivitasmikroba pada substrat organik yang sesuai. Terjadinya fermentasi dapatmenyebabkan perubahan sifat bahan akibat pemecahan kandungan bahan tersebut, sehingga memungkinkan makanan lebih bergizi, lebih mudah dicerna, lebih aman, dapat memberikan rasa yang lebih baik serta memberikan tekstur tertentu pada produk tertentu. Fermentasi juga merupakan suatu cara yang  efektif dengan biaya rendah untuk mengawetkan, menjaga kualitas dan keamanan makanan.

Pengertian dan Macam-macam Conveyor

Conveyor adalah suatu sistem mekanik yang mempunyai fungsi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat yang lain. Konveyorbanyak dipakai di industri untuk transportasi barang yang jumlahnya sangat banyak dan berkelanjutan.Konveyor terutama berguna dalam aplikasi yang melibatkan transportasi bahan berat ataubesar. Sistem konveyor  memungkinkan transportasi cepat dan efisien untuk berbagai bahan.Banyak jenis sistem konveyor  yang tersedia, dan digunakan sesuai dengan kebutuhanberbagai industri yang berbeda.Dalam kondisi tertentu, konveyor banyak dipakai karena mempunyai nilai ekonomis dibanding transportasi berat seperti truk dan mobil pengangkut. Konveyordapat memobilisasi barang dalam jumlah banyak dan kontinyu dari satu tempat ke tempat lain (James 2008).
Beltconveyor 

Boiler

BOILER 

Menurut Djokosetyardj M.J (1990), boiler merupakan alat yang digunakan untuk menghasilkan uap/steam untuk berbagai keperluan. Jenis air dan uap air sangat dipengaruhi oleh tingkat efisiensi boiler itu sendiri. Pada mesin boiler, jenis air yang digunakan harus dilakukan demineralisasi terlebih dahulu untuk mensterilkan air yang digunakan, sehingga pengaplikasian untuk dijadikan uap air dapat dimaksimalkan dengan baik. Untuk mendapatkan efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan komponen economizer untuk meningkatkan efisiensi dari uap air yang dihasilkan.
Air di dalam boiler dipanaskan oleh panas dari hasil pembakaran

Pengertian, Komponen dan Prinsip Kerja AC

Pengertian

AC atau air conditioner merupakan salah satu alat yang memanfaatkan prinsip kerja heat exchanger. AC merupakan alat yang dapat menjaga atau merubah suhu ruang menjadi naik atau turun dengan memanfaatkan energi panas udara atmosfer dengan memanfaatkan fluida yang mampu memindahkan panas dengan cepat. AC terdiri dari empat bagian utama yakni kompresor, kondensor, katup expansi, dan evaporator. Keempat bagian tersebut saling melengkapi sehingga fluida refrigerant yang ada dapat menyerap atau melepas panas dengan mudah. Prinsip kerjanya yakni gas refrigerant pada tekanan rendah dimampatkan dalam kompresor sehingga tekanannya menjadi tinggi dan suhunya meningkat. Meningkatnya suhu mengakibatkan gas refrigerant dapat melepaskan kalor ke lingkungan kerena suhu lingkungan lebih rendah. Akibatnya gas refrigerant menjadi cair dengan tekanan tinggi dan suhu yang relatif sama dengan lingkungan, proses ini terjadi dalam kondensor. Cairan refrigerant yang memiliki tekanan tinggi kemudian memasuki katup expansi sehingga tekananpun turun dan cairan refrigerant menjadi lebih dengin, sehingga ketika memasuki evaporator kalor dari ruangan berpindah ke dalam cairan refrigerant dan ruanganpun suhunya menjadi turun (Negara dkk 2010).

Komponen punyususun

           

Perwanaan Mikroba

Mikroorganisme dapat dilihat dengan mikroskop biasa, tanpa diwarnai. Pengamatan yang demikian (tanpa pewarnaan) lebih sulit dan tidak dapat dipakai untuk melihat bagian – bagian sel secara seksama.Mikroorganisme yang tidak diwarnai tampak transparan bila diamati dengan mikroskop cahaya biasa. Kontras antara sel dan latar belakangnya dapat diperjelas dengan cara mewarnai sel – sel mikroba tersebut dengan zat – zat warna (Waluyo, 2008).
Macam dan fungsi pewarnaan menurut Pelczar dan Chan (2010), dibedakan menjadi 3 macam yaitu :

Wednesday, August 17, 2016

Pengaruh Gas Ethylene pada proses pematangan buah

Pematangan pada buah dimulai saat jaringan yang ada pada buah meningkatkan produksi gas ethylene. Gas ethylene ini mampu memecahkan klorofil pada buah yang masih muda hingga mengakibatkan buah tersebut hanya memiliki xantofil dan xarotein atau zat yang membuat kulit buah menjadi merah atau orange akibat klorofil yang telah tereduksi oleh gas ethylene tadi.Ethylene adalah hormon tumbuh yang secara umum berlainan dengan auksin, griberelin dan sitokinin. Dalam keadaan normal, ethylene akan berbentuk gas dan struktur kimianya sangat sederhana sekali. Ethylene di alam akan berpengaruh apabila terjadi perubahan secara fisiologis pada suatu tanaman. Hormon ini akan berperan dalam proses pematangan buah dalam fase klimakterik. Ethylene merupakan zat cair yang tidak berwarna, kental dan manis, mudah larut dalam air, memiliki titik didih relatif tinggi dan titik beku rendah. Senyawa ini sering digunakan sebagai pelarut dan bahan pelunak (pelembut). Pertanian menggunakan ethylene sebagai zat pemasak buah. Perlakuan pada bebuahan dengan menggunakan ethylene akan mempengaruhi proses pemasakan buah. Pemasakan buah ini terlihat dengan adanya perubahan struktur warna, buah yang lunak dan aroma yang khas. Proses sintesis protein terjadi pada proses pematangan secara alami atau hormonal, dimana protein disintesis secepat dalam proses pematangan. Pematangan buah dan sintesis protein terhambat oleh siklohexamin pada permulaan fase klimaktoris setelah siklohexamin hilang, maka sintesis ethylene tidak mengalami hambatan. Sintesis ribonukleat juga diperlukan dalam proses pematangan. Ethylene akan mempertinggi sintesis RNA  pada bebuahan (Kusumo 1990).

Fungsi Vitamin C pada Penyimpanan komoditas pertanian

Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai penyakit. Vitamin ini juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat. Vitamin c termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai radikal bebas ekstraseluler. Beberapa karakteristik antara lain sangat mudah teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Vitamin C pada praktikkum ini berfungsi sebagai oxigen scavenger. Bahan penyerap oksigen adalah suatu bahan yang dapat menyerap oksigen secara kimiawi. Prinsip kerja dari penyerap oksigen ini adalah terjadinya reaksi antara suatu bahan dengan oksigen di udara sehingga kalor di udara menjadi berkurang asam askorbat atauvitamin C berfungsi sebagai penyerap oksigen dan yang dapat mengurangioksigen sehingga laju respirasi dapat ditekan. Hal yang dapat menyebabkan bobot buah berkurang saat penyimpanan komoditi pertanian yaitu pelepasan air dan karbondioksida melalui proses transpirasi dan respirasi. Terlihat dari perbandingan antara percobaan dan teori bahwa karbit merupakan suatu bahan yang memacu timbulnya gas etilen dan pematangan buah, sedangkan vitamin C merupakan zat yang menyerap oksigen disekitar penyimpanan sehingga menekan laju respirasi (Julianti dan Nurminah 2006).


Fungsi KMnO4 (Kalium Permanganat) dalam penyimpanan produk pertanian

KmnO4 (Kalium permanganat) merupakan senyawa yang memiliki sifat sebagai oksidator yang kuat. Senyawa ini digunakan sebagai bahan penunda kematangan karena kemampuannya mengoksidasi ethylene yang merupakan hormon pematangan menjadi ethylene glikol. Menurut ,Apabila KMnO4 dimasukan kedalam kemasan pisang maka dapat menambah umur simpan pisang selama 2 minggu. Preparasi komersial zat penyerap ethylene adalah purafil (KMnO4 alkaslis dengan silikat) produksi Marbon Chemical Company ternyata mampu menyerap seluruh C2H4 yang dikeluarkan buah pisang yang disimpan dalam kantong poliethylene tertutup rapat. Penciptakan kemasan yang bebas ethylene, KmnO4 sebagai senyawa penyerap ethylene dimasukan kedalam kemasan untuk membentuk kemasan aktif. Kontak langsung dengan KMnO4 dengan komoditas pertanian sangat tidak direkomendasikan. Selain itu, sifat bahan penyerap KmnO4juga dapat menyulitkan pengaplikasian dalam teknologi pengemasan aktif (Kusumo 1990).